Herpet

Herpetologi adalah ilmu yang mempelajari segala makhluk hidup yang masuk golongan kelas Reptilia (melata) dan amfibia (hidup di dua alam). Hidup dua alam bukan berarti alam dunia dan akhirat loh ya, tapi bisa idup di air dan darat. Misalnya katak, kodok, salamander. Eh, udah tauk dong, katak itu beda sama kodok. Beda lah, bahasa inggrisnya aja beda hehehhee….ada frog, ada toad, dan masih ada lagi yang lainnya..

**

Reff # Amphibia-New species 01-2001-20120130
A new species of Torrent-dwelling frog (Anura: Hylidae : Litoria) from the Mountains of Indonesian New Guinea (West Papua).

by Stephen J. Richards. Published in 2001 at Memoirs of the Queensland Museum 46 (2): 733-739.

My Notes: Menemukan spesies baru untuk satwa dan tumbuhan di Papua, memang masih tinggi kemungkinannya karena relative kurang tereksplorasi. Ya tau lah alasannya, selain ijin yang susah didapat pada era sebelum tahun 2000, ada masalah keamanan. Inget kan ada sekelompok peneliti yang pernah disandra, dan berujung tewasnya dua rekan yang saya kenal.

Nah, Stephen J. Richards, seorang herpetologist berkebangsaan Australia, dalam studi singkatnya di Wapoga, Papua bersama ilmuwan-ilmuwan dalam dan luar negeri, telah menemukan katak jenis baru yang diberi nama Litoria macki. Katak ini spesies penyuka aliran deras (torrent-dwelling), ukurannya medium antara 42,1-45,7 mm, jari-jarinya tidak berselaput. Spesies baru ini mirip L. spinifera, tapi beda dalam ukuran dan suaranya.

*

Reff # Amphibia-New species 02-2000-20120208
A new minute Oreophryne (Anura: Microhylidae) from the Mountains of Irian Jaya, Indonesian.

by Stephen J. Richards & Djoko Iskandar. Published in 2000 at The Raffles Bulletin of Zoology 48 (2): 257-262.

Abstract— A new tiny microhylid frog in genus Oreophryne is described from the mointains of Irian Jaya, Indonesian New Guinea.  Oreophryne minuta, new species, is distinguished from all congeners in the New Guinea region by its small adult size (males to 11/5mm) and lack of expanded terminal discs on the fingers and toes. It is known from one locality in mid-montane rainforest (2000 m asl) in the rugged mountain of Derewo River Basin, where males called from deep within thick chimps of moss growing on large boulders.

My notes: Dalam artikel ini ditampilkan gambar spektogram dari suara katak ini, ilustrasi gambar mukanya dari samping, tangan, dan kakinya. Jujur aja, buat saya ini sangat fantastic, menemukan katak yang nyaris seukuran ujung telunjuk tangan orang dewasa. Udah gitu, mereka pasti kudu pakai mikroskop untuk mengukur dan menggambarkan wajah si katak baru yang super mungil ini. Empat specimen yang ditemukan dan dideskripsikan dalam artikel ini disimpan di Museum Zoologi Bogor dan South Australian Museum dalam jumlah yang sama. Penemuan ini merupakan hasil dari Rapid Assessment Program-nya Conservation International di Sungai Wapoga, Nabire, Irian Jaya/Papua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s