BAU


Suatu saat dalam hidup kita, pernah gak secara tiba-tiba dan tanpa sebab kita mengingat seseorang yang lamaaa banget gak kita temui, atau dengar namanya? Katanya itu hubungan batin, kontak nir kabel atau telepati. Apapun namanya, hari ini muncul begitu saja nama temenku yang sejak SBY jadi presiden tahun 2004, tak pernah tercium baunya.

Mantan teman sekantorku ini nama aslinya berkesan ningrat, susah diingat. Cowok macho dengan warna kulit seperti kopi pakai susu dikit itu, lebih sering dipanggil Bau. Gak jelas siapa yang memulai, tapi dia kelihatannya bangga. Buktinya, toko peralatan outdoornya di Bogor dan Pontianak diberi nama Bau Adventure.

Tadinya kupikir memang dia bau, ternyata….gak terlalu sih dibandingkan bau truk sampah. Usut punya usut, julukan itu diberikan karena dia jarang mandi! Seminggu mandinya sekali, itupun kalau dia mau Jum’atan. Dia tega memakai kaos yang sama dari Senin sampai Jum’at. Ihh…

“Gua meriang kalau sering mandi cuy”, katanya serius. Eh buset, jangan-jangan kulit gelapnya itu akibat daki yang menyatu dengan kulitnya…

Bau tergolong omnivora, pemakan segala kecuali nasi. Sejarahnya menolak nasi belum pernah terungkap. Kalau ditanya, seenaknya dia nyaut “Gajah gak makan nasi juga gede, cuy”. Jiahh, sekalian aja bilang, kambing gak mandi, gak makan nasi, tetep laku. Begitulah, menu makannya antara mi instan, telur, roti, dan kentang.

del115_1141Dia punya hobi yang menurutnya memicu adrenalin, yaitu berburu “suvenir” hotel dan pesawat. Secara gak sengaja, aku melihat benda kotak kecil dari aluminum di dalam tas gendongnya. Ternyata….itu asbak yang dia cungkil dari lengan kursi pesawat. Argumentasinya , ”Suvenir cuy…”. Belakangan dia ngaku punya pelampung dan tabung oksigen berlogo sebuah airline. Woaahhh, pantes ada peringatan dari pramugari, agar penumpang tidak “memindahkan” pelampung dari tempatnya. Dia juga mengoleksi termos, heater, handuk, selimut, bahkan bed cover hotel! Kok bisa? “gampang cuy, masuk aja ke ruangan petugas cleaning service”, menjawab rasa penasaranku.

Aroma adventurir begitu kental dalam dirinya. Semua bajunya, terutama kaos, bergambar Land Rover. Kadang dia jual, kadang dia kasih, tapi seringnya kita rampas kalau masih baru. Ya, lagian siapa yang mau kaos bekas Bau? Dia memang maniak mobil aluminium bikinan Inggris itu. Dia punya Land Rover ex-tentara seri II yang umurnya lebih tua dari bajaj paling butut. Saking sayangnya, mobilnya dinamai si Bego.

Kegiatannya di dunia luar-ruang, membuatnya dikenal kalangan pecinta alam, off-roader,  bahkan tim SAR (Search and Rescue). Ingat peristiwa pesawat nyemplung di Danau Lido beberapa tahun lalu? Dialah yang menyelam dan menemukan pilotnya. Walau jarang mandi, ternyata dia penyelam handal. Dia instruktur selam bagi personil TNI dan Polri. Mungkin itu penyebabnya dia suka mengumbar kata “Siap” kepada siapapun, termasuk di kantor.

Bekerja sebagai instruktur pendidikan lingkungan, tidak menghalangi bisnis PALUGADAnya (apa lu mau, gua ada). Henponnya rajin berdering untuk menerima pesanan alat kemping, panjat tebing, henpon, kamera, tabung selam, kompresor, hingga tiket pesawat. Bener-bener One Stop Service deh.

Aku pernah pesan henpon yang di pasaran harganya dua jutaan, eh, dia bisa ngasih harga sejuta.  Hendikem yang harga barunya 6 juta, dia jual 4 juta. Ada yang bilang, itu barang Black Market, tapi kok ada kartu garansinya? Walau gak logis, toh kantorku juga mborong hendikem dari Bau. Semoga aja itu bukan hasil ngembat di gudang pabrik hehehe…

Perhatian Bau pada teman memang jempol deh, sehingga banyak cewek yang salah mengartikan. Kalau suaranya mendadak lembut dan ber’kamu-kamu’ saat terima telpon, dijamin penelponnya cewek. Tawa, suara, dan perkataannya rapi teratur, kadang lebayatun tapi bikin klepek-klepek.

Jadi jangan heran banyak cewek yang berlomba-lomba cari perhatian Bau dengan mengirimkan sekardus mi instan, roti, susu, vitamin, pulsa telpon, bahkan rela minjemin uang dan mobil. Aku yakin, cewek-cewek itu pasti lagi pada pilek sampai gak nyium baunya (sirik ya?). Atau Bau pakai susuk, aji pengasih, mantra (lha ini musyrik). Bayangin ya, dalam waktu bersamaan, ada tujuh nama perempuan yang sering dia sebut, tapi gak jelas yang mana pacar resminya.

Pada saat Bau mengantarku ke Bandara Cengkareng naik si Bego, aku bertanya iseng, “Cuy, lu tau gak tipe cewek idaman elu?”

Antusias dia menjawab,“Siap, mohon petunjuk senior”.

“Elu tu pengen cewek yang perhatian, pengertian, penyayang, pemaaf, penyabar, rajin, en setia setiap saat. Yekan?”. Bau nyengir, tanpa menoleh dia jawab ”Siaaap…”.

“Nah, kayaknya lu gak bakal dapat cuy, karena cuma nyokaplu yang bisa kayak gitu”, kataku berlagak sedih.

Bau terdiam. Hanya deru mesin dan suara dongkrak yang terbanting-banting di lantai mobil. Kebisuan itu pecah oleh dering henponnya.

Dia lihat sebentar ke layar henpon, lalu dengan suara berbisik dia menjawab,“Halo Say… saya lagi rapat nih. Nanti ditelpon balik yaa..daag..”. Klik. Sekejap Bau menoleh ke arahku, nyengir, terus tancap gas.

Jiaah, kalo tu cewek percaya Bau sedang rapat, berarti kupingnya lagi pilek, sampai gak denger suara mobil yang berisiknya dari segala arah. Sejak itu, aku tak pernah jumpa Bau dan tak tahu di mana rimbanya. Semoga dia tetap sehat, ceria, dan selalu “siaap”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s